Powered By Blogger

Kamis, 15 Juli 2021

Rancangan Aksi Nyata - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

3.3.a.10. Rancangan Aksi Nyata - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

Oleh : Deni Fitri S.Si, M.Pd

CGP Angkatan I Kota Padang

 

 

Program : Menulis dan membuat buku puisi karya siswa dan guru

Tujuan Program : Tujuan Program ini adalah meningkatkan kompetensi murid dalam literasi, terutama kemampuan dalam menulis dan membaca

TAHAPAN BAGJA

TAHAPAN BAGJA

PANDUAN TAHAPAN

HASIL TAHAPAN

B-uat pertanyaan

Buatlah pertanyaan untuk

mengarahkan kita kepada

penelusuran hal-hal yang akan

kita lakukan

Bagaimana cara

meningkatkan

kemampuan literasi siswa di

sekolah?

A-mbil Pelajaran

Ceritakan dan tuliskan

pengalaman/kegiatan baik,

prestasi yang pernah terjadi

yang berhubungan dengan

topik bahasan (literasi

siswa (murid) di sekolah)

Murid-murid pagi ini diajak oeh guru kelas untuk melakukan kegiatan literasi rutin tiap pagi yakni membaca buku non fiksi dipojok baca

G-ali mimpi

Buat gambaran rinci kondisi ideal atau mimpi kita terkait topik bahasan:

-          literasi seperti apa

yang dibayangkan ada

dalam diri siswa (murid)

- Perilaku apa saja yang ada

pada siswa (murid) memgenai literasi  yang baik

- Perilaku guru seperti apa yang mendorong kegiatan literasi siswa

- Perilaku kepala sekolah seperti apa yang mendorong

kegiatan literasi  siswa

- Perilaku orang tua seperti apa yang mendorong

kegiatan literasi  siswa

- Hal apa saja yang perlu

dimiliki untuk meningkatkan

kegiatan literasi siswa siswa

Cita-cita/mimpi

-          Murid-murid memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap kegiatan literasi disekolah, mereka memiliki fasilitas , sarana dan prasarana yang lengkap guna menunjang kegiatan literasi

-          Murid-murid memiliki kemampuan dan kecakapan literasi yang baik, seperti siswa mampu mambaca dan menulis sesuai konteks bahasa yang sesuai dengan usia mereka

-          Guru – guru juga mmapu menggiatkan kegiatan literasi diskolah yang menunjang kegiatan siswa-siswa

-          Kepala sekolah yang mendorong terlaksananya program pembelajaran yang berpusat pada anak melalui melalui pengembangan kegiatan literasi sekolah

-          Orangtua juga ikut bertisipasi dan mendorong program ini seperti penyediaan buku-buku literasi dan pengadaan sudut baca dikelas

-          Hal yang perlu dimiliki untuk meningkatkan kegiatan literasi ini adalah dukungan dari semua pihak, tersedia sarana dan sarana serta keinginan yang kuat untuk terwujudnya kegiatan ini

J-abarkan Rencana

Membuat cara/strategi

mencapai mimpi-mimpi yang

sudah kita tuliskan:

- Rencana/strategi apa yang

perlu dilakukan (siapa

melakukan apa)?

- Bagaimana memonitor dan

mengevaluasi rencana

tersebut (bisa melihat format

kerangka Monev)

Rencana Program:

- Program ini dapat berjalan

dengan baik dengan

keterlibatan semua

komunitas sekolah, seperti

kepala sekolah sebagai

penanggung jawab, para

guru sebagai pengarah

dan murid sebagai

pelaksana. Murid yang

menjadi pelaksana

mempunyai kebebasan

untuk merancang

kegiatan dengan petunjuk

dan arahan dari

guru.

Kegiatan ini dapat

melibatkan orangtua/komite sekolah

- Monitor dilakukan oleh

murid kepada murid dan

untuk murid sendiri.

Evaluasi melibatkan guru,

kepala sekolah, dan orangtua murid

A-tur Eksekusi

Menentukan tim inti program:

 

- Siapa

koordinator/penanggung

jawab pelaksanaan program

- Siapa yang bertugas

memonitor dan mengevaluasi

jalannya program

- Siapa yang bertugas

membuat laporan program

- Bagaimana cara

komunikasi/koordinasi yang

dilakukan tim (melalui

pertemuan (diskusi), rapat

mingguan/bulanan dll) untuk

memberi kabar satu sama lain

tentang jalannya program

Penanggung jawab dan

mekanisme koordinasi antar

tim:

Penanggung Jawab

kegiatan: Kepala sekolah

Pengarah : Dewan guru

Koordinator : Guru Kelas

Penanggung Jawab kegiatan

Acara: Murid

Laporan dibuat oleh

Koordinator kegiatan (gurukelas). Koordinasi dilakukan

dengan rapat dengan orangtua murid.

Hasil rapat

dilaporkan kepada kepala swkolahsebagai penanggung jawab. Evaluasi dapat

dilakukan melalui rapat

koordinasi dengan kepala

sekolah dan guru.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.    Rencana Monitoring, Evaluasi, Pembelajaran, dan Pelaporan (Monitoring, Evaluation, Learning, and Reporting)

 

a.    Pertanyaan Kunci

Pertanyaan Kunci

Evaluasi Program

(Diisi dengan pertanyaan utama yang menjadi tujuan evaluasi)

 

1.    Sejauh apa program yang telah  berjalan sesuai dengan tujuan utama program?

2.    Seberapa banyak hambatan yang ditemui selama pelaksanaan program ini? Mengapa terjadi demikian?

b.    Fokus Monitoring

Fokus Monitoring

Pertimbangan Pemilihan

Pertanyaan Utama Monitoring

Diisi dengan pilihan aktivitasaktivitas atau tujuan antara

program (outcomes) yang akan dipantau/dimonitor sepanjang pelaksanaan program, hal ini

yang akan digunakan sebagai data untuk evaluasi program

Diisi dengan alasan pemilihan aktivitas atau

tujuan antara (outcomes)

program

Diisi dengan pertanyaan untuk menggali fokus monitoring yang

berpengaruh pada tujuan program

bagaimana kegiatan menulis diari (buku harian) yang ananda lakukan dapat  berjalan?

Untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik: guru kelas memantau kegiatan menulis puisi setiap harinya

Bagaimana sikap ananda terhadap guru kelas saat dibimbing membuat puisi ?

 

             

c.    Metode Penggalian Data

Pertanyaan Monitoring

Sumber Informasi

Metode

Kapan/ Bagaimana

Diisi dengan pertanyaan Utama

Monitoring

Diisi dengan pihak/aktor yang

berkaitan dengan pertanyaan monitoring

Diisi dengan metode untuk penggalian data kepada sumber informasi

Contoh: kajian evaluasi, observasi, wawancara, kuesioner/survey

Diisi dengan waktu

penggalian informasi

Apakah guru kelas sebagai pembinbing dapat menjalankan perannya?

Bagaimana respons ananda saat dibimbing oleh guru kelasnya?

Guru, murid

Wawancara/observasi

Dalam proses berjalan

d.    Strategi Pengolahan Data

 Pertanyaan Monitoring

Data yang terkumpul

Kesimpulan

Catatan Khusus, Pengecualian,dll

Diisi dengan pertanyaan

monitoring  dan pertanyaan

tambahan tentang tim pengelola program

Diisi dengan data dan informasi yang menjawab

pertanyaan monitoring

tersebut, dari

berbagai metode

Diisi kesimpulan yang dapat ditarik untuk

menjawab pertanyaan monitoring dari data

dan informasi yang ada pada kolom kedua

Bila ada catatan khusus yang

memberikan

nuansa atas

kesimpulan yang ditarik, catat di kolom ini

Contoh pertanyaan tambahan untuk tim pengelola program: 

bagaimana pembagian peran dalam tim? Apakah semua orang dalam tim melaksanakan perannya dengan baik?

Contoh data dan informasi yang diperoleh: 

murid berkumpul bersama dan semua orang dalam tim melaksanakan perannya masingmasing dengan baik

Contoh Kesimpulan:

Kegiatan menulis puisi (Buku harian) berjalan lancar

 

e.    Pembelajaran Program

Faktor-Faktor Pendukung Pelaksanaan Program

Faktor-Faktor Penghambat Pelaksanaan Program

Pembelajaran

Diisi dengan hal-hal yang mendukung keberhasilan

program

Diisi dengan hal-hal yang

menghambat pencapaian

program

Diisi dengan hasil refleksi dan temuan-temuan signifikan selama pelaksanaan program

Koordinasi tim yang baik

Beberapa murid sering lupa sehingga kegiatan menulis puisi (buku harian ) terlewatkan

Beberapa murid lalai sehingga ada yang kehilangan buku nya

Refleksi: untuk murid yang yang sring lupa guru lebih sering mengingatkan

Untuk anak yang lalai guru lebih ekstra memberi perhatiannya

f.      Pelaporan Program

LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM

Gambaran Umum Program:

Program ini bertujuan untyk meningkatkan kemampuan literasi siswa terutama tulis baca pada siswa kelas 4. Diharapkan dengan kegiatan menulis puisi  ini, siswa mampu meningkatkan kemampuan literasi tulis baca pada siswa.

  

  

Deskripsi Pelaksanaan Program:

-       Waktu Pelaksanaan : direncanakan pada bulan Juli

-       Strategi Pelaksanaan Program

1.    Setiap siswa mempunyai sebuah puisi atau beberapa puisi hasil karya mereka

2.    Setiap siswa menulis puisi tersebut berdasarkan kejadian penting serta perasaan yang mereka alami hari itu

3.    Siswa boleh mengisi buku dengan tulisan, puisi atau pun gambar yang mewakili perasaaan merekaa

4.    Guru kelas membimbing dan memonitoring kegiatan siswa

5.    Hasil Karya siswa akan dibukukan dan akan diterbitkan menjadi buku kumpulan puisi

6.     

-       Faktor Pendukung dan Penghambat Program

Faktor Pendukung

1.    Dukungan dari kepala sekolah mengenai program ini

2.    Siswa yang aktif

3.    Orang tua yang mendukung

Faktor penghambat

1.       Ada beberapa siswa yang lalai dan malas

2.       Kurangnya motivasi dan minat siswa dalam menulis

-       Hasil Pelaksanaan Program

Siswa mampu menulis dan membaca dengan baik. Kegiatan peningkatan komptensi literasi dapat meningkat dengan kegiatan ini

  

  

Evaluasi Program: dibutuhkan semangan dan disiplin terhadap guru kelas dalam membimbing kegiatan siswa setiap harinya

  

Pembelajaran Program: dapat meningkatkan kegiatan literasi, serta kegiatan yang berpusat pada siswa

  

 

4.    Pelibatan orang tua dan komunitas

 

Orang tua disini dilibatkan dalam kegiatan secara penuh, dimana orangtua ikut memantau kegiatan yang dilakukan murid setiap harinya. Guru kelas berkoordinasi dengan orangtua siswa bila terdapat masalah serius yang dihadapi oleh siswa

Guru kelas juga dapat melibatkan komintas disekolah dengan mengajak anggota komintas lain untuk ikut berperan serta

 

5.    Kegiatan direncanakan berlangsung selama satu bulan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel Refleksi

 

Peristiwa

1.      Latar Belakang

Salah satu penumbuhan budi pekerti siswa di sekolah bisa dilakukan melalui budaya literasi, selaras dengan regulasi yang telah digulirkan pemerintah dalam bentuk Peraturan Menteri  sejak tahun 2015 yaitu Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 yang salah satu diantaranya tentang Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Implementasi dari Gerakan Literasi Sekolah tersebut ialah dengan menumbuhkan kegemaran, kebiasaan dan kebutuhan membaca. Apabila ketiga hal tersebut telah tumbuh, maka akan berkembang keinginan dan kebiasaan menulis.

Untuk menumbuhkan pembiasaan menulis peserta didik, peran guru sangat penting. Guru harus sabar dalam membimbing maupun mendampingi siswa berproses untuk menghasilkan karya. Agar bisa menulis, siswa harus berlatih dan mencoba tanpa jemu. Guru melayani siswa dalam pembimbingan. Pembimbingan tersebut bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara penumbuhan budaya literasi dalam menulis ialah aktivitas kreatif dalam bersastra, khususnya dalam menulis puisi.

Sebagai upaya turut menggelorakan Gerakan Literasi Nasional, serta memenuhi kegiatasn aksi nyata guru penggerak, sebagai guru penggerak saya mencoba melakukan gerakan mengumpulkan puisi siswa dan guru-guru yang ada disekolah yaki SDN 48 Kuranji.

Awal kegiatan, saya mencoba memberikan sosialisasi serta motivasi kepada guru-guru yang notabene telah memberikan materi puisi kepada siswa. Kemudian memotivasi warga sekolah menulis buku kumpulan puisi dan bisa diterbitkan menjadi sebuah buku . Puisi-puisi tersebut berasal dari warga sekolah yang berminat menulis puisi. Terutama karya-karya siswa yang sudah dibimbing membuat puisi.

Langkah selanjutnya adalah mencoba memberikan sosialisi serta motivasi kepada peserta didik mengenai kegiatan literasi , salah satunya adalah melatih kemampuan membaca dan menulis siswa yakni dengan membuat puisi

2.      Alasan Melakukan Aksi Nyata

Saat ini pemerintah khususnya Kemendikbud tengah menumbuhkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Hal ini dilatarbelakangi oleh berbagai riset yanyang menunjukkan bahwa tingkat literasi di kalangan masyarakat khususnya pelajar masih rendah. Hasil penelitian Programme for International Student Assessment (PISA) menyebut, budaya literasi masyarakat Indonesia pada 2012 terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti di dunia. Indonesia menempati urutan ke 64 dari 65 negara tersebut. Sementara Vietnam justru menempati urutan ke-20 besar.

Para guru atau pegiat literasi harus menciptakan suatu kondisi dimana aktivitas membaca bukan hanya sekedar sebuah kewajiban, tetapi secara bertahap menjadikannya sebagai kebiasaan, budaya, bahkan hobi. Jika literasi baca telah kuat, maka tahap berikutnya, yaitu literasi tulis tidak terlalu berat untuk diwujudkan walau orang yang rajin membaca pun tidak selalu identik dengan pandai menulis, tetapi setidaknya telah memiliki modal awal yang potensial. Dengan demikian, generasi yang kuat dalam literasi baca dan tulis akan menjelma menjadi pendorong untuk lahirnya generasi yang memiliki kecakapan abad 21

Untuk menumbuhkan pembiasaan menulis peserta didik, peran guru sangat penting. Guru harus sabar dalam membimbing maupun mendampingi siswa berproses untuk menghasilkan karya. Agar bisa menulis, siswa harus berlatih dan mencoba tanpa jemu. Guru melayani siswa dalam pembimbingan. Pembimbingan tersebut bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara penumbuhan budaya literasi dalam menulis ialah aktivitas kreatif dalam bersastra, khususnya dalam menulis puisi.

3.      Hasil Nyata yang dilakukan



Awal kegiatan, saya mencoba memberikan sosialisasi serta motivasi kepada guru-guru yang notabene telah memberikan materi puisi kepada siswa. Kemudian memotivasi warga sekolah menulis buku kumpulan puisi dan bisa diterbitkan menjadi sebuah buku . Puisi-puisi tersebut berasal dari warga sekolah yang berminat menulis puisi. Terutama karya-karya siswa yang sudah dibimbing membuat puisi.

 


 Kegiatan sosialisasi kepada Guru-guru dan warga sekolah

 

 



 

                                    Kegiatan memotivasi dan sosialisasi kepada siswa

 





 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Proses Pengumpulan dan Pengetikan Ulang Puisi



 

 

 

 

                           Hasil Buku Kumpulan Puisi

 

Perasaan (feelings)

·           Perasaan ketika atau setelah menjalankan aksi nyata

Diawal-awal perencanaan pada saat membuat rancangan aksi nyata ada sedikit keraguan dalam diri, apakah program ini dapat berjalan dengan baik dan apakah kepala sekolah, rekan sejawat dan siswa tertatarik dengan rencana program yang akan dijalankan? Namun setelah melakukan komunikasi dengan kepala sekolah dan rekan sejawat terkait program yang direncanakan, Alhamdulillah mendapatkan respon yang sangat positif dari kepala sekolah dan rekan sejawat juga memberikan dukungan yang sangat baik.

Perasaan senang luar biasa yang mendominasi ketika dapat menjalankan program yang di rencanakan dan merasa tertantang untuk terus mencoba melanjutkan dari program tersebut bahkan ingin  membuat program terbaru yang lebih menantang. Selain itu, ada rasa kepuasan tersediri ketika bisa menjalin komukasi, bekerja sama serta berkolaborasi dengan rekan sejawat dalam merencakan dan menjalankan sebuah program dengan demikian menambah kebersamaan, kepedulian, kepercayaan dan tali persaudaraan sesama rekan sejawat.

Menyaksikan antusias, minat dan semangat siswa dalam mengikuti program menulis dan membukukan puisi membuat hati menjadi ikut semangat dan bahagia yag tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, tergambar jelas rasa penasaran pada diri siswa ketika mengikuti penulisan puisi ini.

 

 

C.   Pembelajaran (findings)

·           Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan keseluruhan aksi (baik dari kegegalan maupun keberhasilan)

Kegagalan

1.                  Ternayata pada saat melakukan  aksi nyata program penulisan puisi bertepatan dengan liburan ramadhan , idul fitri dan dilanjutkan dengan ujan sekolah sehingga kesulitan melakukan tatap muka dengan siswa

2.                  Waktu yang terlalu mendesak sehingga belum selesai mngetik, mengedit dan membukukan

3.                  Diperlukan biaya yang mahal untuk diserahkan pada penerbit

Keberhasilan

1.                  Antusia siswa dan guru dalam mengikuti penulisan puisi

2.                  Dukungan dari semua pihak hingga terselenggaranya program

3.                  Dalam menjalankan sebuah program harus memilki kemauan kuat untuk berhasil daripada rasa takut akan kegagalan

4.                  Ternyata kegiatan ini memberikan dampak yang sangat positif dan lebih memudahkan siswa dalam menerima informasi yang akan di sampaikan

5.                  Dalam merancang sebuah program sekolah yang berdampak pada murid dapat dilakukan melalui tahapan BAGJA yang menggunakan paradigma inkuiri apresiatif, yaitu pendekatan kolaboratif dalam melakukan perubahan yang berbasis kekuatan.

6.                   MELR (Monitoring,Evaluation,Learningand Reporting) merupakan salah satu strategi yang sangat efektif dalam merencanakan suatu program hingga tahap pelaporan

D.  Penerapan kedepan (future)

·           Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang

1.                  Untuk pelaksanaan kegiatan pada jadwal berikutnya akan dilaksanakan diawal tahun ajaran tanpa terkendala oleh waktu

2.                  Besar harapan agar sekolah mendukung program ini termasuk dalam hal pendanaan untuk penerbitan buku kumpulan puisi yang ber ISBN

3.                  Pada kegiatan jadwal berikutnya akan diupayakan untuk menghadirkan nara sumber dari sekolah lain untuk penyeragaran bagi siswa serta menambah pengetahuan baru untuk guru dan siswa

4.                  Mengoptimalkan pelaksanaan program secara maksimal dengan melakukan refleksi dari kegiatan program yang sudah terlaksana 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diseminasi Peningkatan Keterampilan Numerasi Guru Dikdas Melalui Math City Map

  Kegiatan penguatan keterampilan numerasi melalui Math City Map (MCM) didapat penulis dari pelatihan Bimtek yang diadakan oleh gtk Dikdas d...