3.3.a.10. Rancangan Aksi Nyata -
Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
Oleh
: Deni Fitri S.Si, M.Pd
CGP
Angkatan I Kota Padang
Program : Menulis dan membuat buku puisi karya siswa
dan guru
Tujuan Program : Tujuan Program ini adalah
meningkatkan kompetensi murid dalam literasi, terutama kemampuan dalam menulis
dan membaca
TAHAPAN BAGJA
|
TAHAPAN
BAGJA
|
PANDUAN
TAHAPAN
|
HASIL
TAHAPAN
|
|
B-uat
pertanyaan
|
Buatlah
pertanyaan untuk
mengarahkan
kita kepada
penelusuran
hal-hal yang akan
kita
lakukan
|
Bagaimana
cara
meningkatkan
kemampuan
literasi siswa di
sekolah?
|
|
A-mbil
Pelajaran
|
Ceritakan
dan tuliskan
pengalaman/kegiatan
baik,
prestasi
yang pernah terjadi
yang
berhubungan dengan
topik
bahasan (literasi
siswa
(murid) di sekolah)
|
Murid-murid
pagi ini diajak oeh guru kelas untuk melakukan kegiatan literasi rutin tiap
pagi yakni membaca buku non fiksi dipojok baca
|
|
G-ali
mimpi
|
Buat
gambaran rinci kondisi ideal atau mimpi kita terkait topik bahasan:
-
literasi seperti apa
yang
dibayangkan ada
dalam
diri siswa (murid)
-
Perilaku apa saja yang ada
pada
siswa (murid) memgenai literasi yang
baik
-
Perilaku guru seperti apa yang mendorong kegiatan literasi siswa
-
Perilaku kepala sekolah seperti apa yang mendorong
kegiatan
literasi siswa
-
Perilaku orang tua seperti apa yang mendorong
kegiatan
literasi siswa
-
Hal apa saja yang perlu
dimiliki
untuk meningkatkan
kegiatan
literasi siswa siswa
|
Cita-cita/mimpi
-
Murid-murid memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
terhadap kegiatan literasi disekolah, mereka memiliki fasilitas , sarana dan
prasarana yang lengkap guna menunjang kegiatan literasi
-
Murid-murid memiliki kemampuan dan kecakapan
literasi yang baik, seperti siswa mampu mambaca dan menulis sesuai konteks
bahasa yang sesuai dengan usia mereka
-
Guru – guru juga mmapu menggiatkan kegiatan literasi
diskolah yang menunjang kegiatan siswa-siswa
-
Kepala sekolah yang mendorong terlaksananya program
pembelajaran yang berpusat pada anak melalui melalui pengembangan kegiatan
literasi sekolah
-
Orangtua juga ikut bertisipasi dan mendorong program
ini seperti penyediaan buku-buku literasi dan pengadaan sudut baca dikelas
-
Hal yang perlu dimiliki untuk meningkatkan kegiatan
literasi ini adalah dukungan dari semua pihak, tersedia sarana dan sarana
serta keinginan yang kuat untuk terwujudnya kegiatan ini
|
|
J-abarkan
Rencana
|
Membuat
cara/strategi
mencapai
mimpi-mimpi yang
sudah
kita tuliskan:
-
Rencana/strategi apa yang
perlu
dilakukan (siapa
melakukan
apa)?
-
Bagaimana memonitor dan
mengevaluasi
rencana
tersebut
(bisa melihat format
kerangka
Monev)
|
Rencana
Program:
-
Program ini dapat berjalan
dengan
baik dengan
keterlibatan
semua
komunitas
sekolah, seperti
kepala
sekolah sebagai
penanggung
jawab, para
guru
sebagai pengarah
dan
murid sebagai
pelaksana.
Murid yang
menjadi
pelaksana
mempunyai
kebebasan
untuk
merancang
kegiatan
dengan petunjuk
dan
arahan dari
guru.
Kegiatan
ini dapat
melibatkan
orangtua/komite sekolah
-
Monitor dilakukan oleh
murid
kepada murid dan
untuk
murid sendiri.
Evaluasi
melibatkan guru,
kepala
sekolah, dan orangtua murid
|
|
A-tur Eksekusi
|
Menentukan tim inti program:
- Siapa
koordinator/penanggung
jawab pelaksanaan program
- Siapa yang bertugas
memonitor dan mengevaluasi
jalannya program
- Siapa yang bertugas
membuat laporan program
- Bagaimana cara
komunikasi/koordinasi yang
dilakukan tim (melalui
pertemuan (diskusi), rapat
mingguan/bulanan dll) untuk
memberi kabar satu sama lain
tentang jalannya program
|
Penanggung jawab dan
mekanisme koordinasi antar
tim:
Penanggung Jawab
kegiatan: Kepala sekolah
Pengarah : Dewan guru
Koordinator : Guru Kelas
Penanggung Jawab kegiatan
Acara: Murid
Laporan dibuat oleh
Koordinator kegiatan (gurukelas). Koordinasi dilakukan
dengan rapat dengan orangtua murid.
Hasil rapat
dilaporkan kepada kepala swkolahsebagai penanggung jawab. Evaluasi
dapat
dilakukan melalui rapat
koordinasi dengan kepala
sekolah dan guru.
|
3.
Rencana Monitoring,
Evaluasi, Pembelajaran, dan Pelaporan (Monitoring, Evaluation,
Learning, and Reporting)
a. Pertanyaan
Kunci
|
Pertanyaan Kunci
Evaluasi Program
(Diisi dengan pertanyaan utama yang
menjadi tujuan evaluasi)
|
1. Sejauh apa
program yang telah berjalan sesuai
dengan tujuan utama program?
2.
Seberapa banyak hambatan yang ditemui selama pelaksanaan
program ini? Mengapa terjadi demikian?
|
b. Fokus
Monitoring
|
Fokus
Monitoring
|
Pertimbangan Pemilihan
|
Pertanyaan Utama Monitoring
|
|
Diisi dengan
pilihan aktivitasaktivitas atau tujuan antara
program
(outcomes) yang akan dipantau/dimonitor sepanjang pelaksanaan program, hal
ini
yang akan
digunakan sebagai data untuk evaluasi program
|
Diisi dengan
alasan pemilihan aktivitas atau
tujuan antara (outcomes)
program
|
Diisi dengan
pertanyaan untuk menggali fokus monitoring yang
berpengaruh
pada tujuan program
|
|
bagaimana kegiatan menulis diari (buku harian) yang ananda lakukan
dapat berjalan?
|
Untuk
memastikan kegiatan berjalan dengan baik: guru kelas memantau kegiatan
menulis puisi setiap harinya
|
Bagaimana sikap ananda terhadap guru kelas saat dibimbing membuat puisi ?
|
c. Metode
Penggalian Data
|
Pertanyaan Monitoring
|
Sumber
Informasi
|
Metode
|
Kapan/ Bagaimana
|
|
Diisi dengan
pertanyaan Utama
Monitoring
|
Diisi dengan
pihak/aktor yang
berkaitan
dengan pertanyaan monitoring
|
Diisi dengan
metode untuk penggalian data kepada sumber informasi
Contoh: kajian
evaluasi, observasi, wawancara, kuesioner/survey
|
Diisi dengan
waktu
penggalian
informasi
|
|
Apakah guru
kelas sebagai pembinbing dapat menjalankan perannya?
Bagaimana respons ananda saat dibimbing oleh guru kelasnya?
|
Guru, murid
|
Wawancara/observasi
|
Dalam proses
berjalan
|
d. Strategi
Pengolahan Data
|
Pertanyaan Monitoring
|
Data yang terkumpul
|
Kesimpulan
|
Catatan Khusus, Pengecualian,dll
|
|
Diisi dengan
pertanyaan
monitoring dan pertanyaan
tambahan
tentang tim pengelola program
|
Diisi dengan
data dan informasi yang menjawab
pertanyaan
monitoring
tersebut, dari
berbagai metode
|
Diisi
kesimpulan yang dapat ditarik untuk
menjawab
pertanyaan monitoring dari data
dan informasi
yang ada pada kolom kedua
|
Bila ada
catatan khusus yang
memberikan
nuansa atas
kesimpulan
yang ditarik, catat di kolom ini
|
|
Contoh
pertanyaan tambahan untuk tim pengelola program:
bagaimana pembagian peran dalam tim? Apakah semua orang dalam tim
melaksanakan perannya dengan baik?
|
Contoh data dan informasi yang diperoleh:
murid
berkumpul bersama dan semua orang dalam tim melaksanakan perannya
masingmasing dengan baik
|
Contoh Kesimpulan:
Kegiatan
menulis puisi (Buku harian) berjalan lancar
|
|
e. Pembelajaran
Program
|
Faktor-Faktor Pendukung Pelaksanaan Program
|
Faktor-Faktor Penghambat Pelaksanaan Program
|
Pembelajaran
|
|
Diisi dengan hal-hal yang mendukung keberhasilan
program
|
Diisi dengan hal-hal yang
menghambat pencapaian
program
|
Diisi dengan
hasil refleksi dan temuan-temuan signifikan selama pelaksanaan program
|
|
Koordinasi tim yang baik
|
Beberapa murid sering lupa sehingga kegiatan menulis puisi (buku harian )
terlewatkan
Beberapa murid lalai sehingga ada yang kehilangan buku nya
|
Refleksi:
untuk murid yang yang sring lupa guru lebih sering mengingatkan
Untuk anak
yang lalai guru lebih ekstra memberi perhatiannya
|
f. Pelaporan
Program
|
LAPORAN
PELAKSANAAN PROGRAM
|
|
Gambaran Umum Program:
Program ini
bertujuan untyk meningkatkan kemampuan literasi siswa terutama tulis baca
pada siswa kelas 4. Diharapkan dengan kegiatan menulis puisi ini, siswa mampu meningkatkan kemampuan
literasi tulis baca pada siswa.
|
|
Deskripsi Pelaksanaan Program:
-
Waktu
Pelaksanaan : direncanakan pada bulan Juli
-
Strategi
Pelaksanaan Program
1.
Setiap siswa
mempunyai sebuah puisi atau beberapa puisi hasil karya mereka
2.
Setiap siswa
menulis puisi tersebut berdasarkan kejadian penting serta perasaan yang
mereka alami hari itu
3.
Siswa boleh
mengisi buku dengan tulisan, puisi atau pun gambar yang mewakili perasaaan
merekaa
4.
Guru kelas
membimbing dan memonitoring kegiatan siswa
5.
Hasil Karya
siswa akan dibukukan dan akan diterbitkan menjadi buku kumpulan puisi
6.
-
Faktor
Pendukung dan Penghambat Program
Faktor Pendukung
1.
Dukungan dari
kepala sekolah mengenai program ini
2.
Siswa yang
aktif
3.
Orang tua yang
mendukung
Faktor penghambat
1. Ada beberapa siswa yang lalai dan malas
2. Kurangnya motivasi dan minat siswa dalam menulis
-
Hasil
Pelaksanaan Program
Siswa mampu menulis dan membaca dengan baik.
Kegiatan peningkatan komptensi literasi dapat meningkat dengan kegiatan ini
|
|
Evaluasi Program: dibutuhkan
semangan dan disiplin terhadap guru kelas dalam membimbing kegiatan siswa
setiap harinya
|
|
Pembelajaran Program: dapat
meningkatkan kegiatan literasi, serta kegiatan yang berpusat pada siswa
|
4.
Pelibatan orang tua dan komunitas
Orang tua disini dilibatkan dalam
kegiatan secara penuh, dimana orangtua ikut memantau kegiatan yang dilakukan
murid setiap harinya. Guru kelas berkoordinasi dengan orangtua siswa bila
terdapat masalah serius yang dihadapi oleh siswa
Guru kelas juga dapat melibatkan
komintas disekolah dengan mengajak anggota komintas lain untuk ikut berperan
serta
5.
Kegiatan direncanakan berlangsung selama satu bulan
Artikel Refleksi
Peristiwa
1.
Latar
Belakang
Salah satu penumbuhan budi pekerti siswa di sekolah bisa dilakukan
melalui budaya literasi, selaras dengan regulasi yang telah digulirkan
pemerintah dalam bentuk Peraturan Menteri sejak tahun 2015 yaitu
Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 yang salah satu diantaranya tentang Gerakan
Literasi Sekolah (GLS). Implementasi dari Gerakan Literasi Sekolah tersebut
ialah dengan menumbuhkan kegemaran, kebiasaan dan kebutuhan membaca. Apabila
ketiga hal tersebut telah tumbuh, maka akan berkembang keinginan dan kebiasaan
menulis.
Untuk menumbuhkan pembiasaan menulis peserta didik, peran guru sangat
penting. Guru harus sabar dalam membimbing maupun mendampingi siswa berproses
untuk menghasilkan karya. Agar bisa menulis, siswa harus berlatih dan mencoba
tanpa jemu. Guru melayani siswa dalam pembimbingan. Pembimbingan tersebut bisa
dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara penumbuhan budaya literasi
dalam menulis ialah aktivitas kreatif dalam bersastra, khususnya dalam menulis
puisi.
Sebagai
upaya turut menggelorakan Gerakan Literasi Nasional, serta memenuhi kegiatasn
aksi nyata guru penggerak, sebagai guru penggerak saya mencoba melakukan
gerakan mengumpulkan puisi siswa dan guru-guru yang ada disekolah yaki SDN 48
Kuranji.
Awal kegiatan, saya mencoba memberikan sosialisasi serta
motivasi kepada guru-guru yang notabene telah memberikan materi puisi kepada
siswa. Kemudian memotivasi warga sekolah menulis buku kumpulan puisi dan bisa
diterbitkan menjadi sebuah buku . Puisi-puisi tersebut berasal dari warga
sekolah yang berminat menulis puisi. Terutama karya-karya siswa yang sudah
dibimbing membuat puisi.
Langkah selanjutnya adalah mencoba memberikan sosialisi
serta motivasi kepada peserta didik mengenai kegiatan literasi , salah satunya
adalah melatih kemampuan membaca dan menulis siswa yakni dengan membuat puisi
2.
Alasan Melakukan
Aksi Nyata
Saat ini pemerintah
khususnya Kemendikbud tengah menumbuhkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Hal
ini dilatarbelakangi oleh berbagai riset yanyang menunjukkan bahwa tingkat
literasi di kalangan masyarakat khususnya pelajar masih rendah. Hasil
penelitian Programme for International Student Assessment (PISA) menyebut,
budaya literasi masyarakat Indonesia pada 2012 terburuk kedua dari 65 negara
yang diteliti di dunia. Indonesia menempati urutan ke 64 dari 65 negara
tersebut. Sementara Vietnam justru menempati urutan ke-20 besar.
Para guru atau pegiat literasi harus
menciptakan suatu kondisi dimana aktivitas membaca bukan hanya sekedar sebuah
kewajiban, tetapi secara bertahap menjadikannya sebagai kebiasaan, budaya,
bahkan hobi. Jika literasi baca telah kuat, maka tahap berikutnya, yaitu
literasi tulis tidak terlalu berat untuk diwujudkan walau orang yang rajin
membaca pun tidak selalu identik dengan pandai menulis, tetapi setidaknya telah
memiliki modal awal yang potensial. Dengan demikian, generasi yang kuat dalam
literasi baca dan tulis akan menjelma menjadi pendorong untuk lahirnya generasi
yang memiliki kecakapan abad 21
Untuk menumbuhkan pembiasaan menulis
peserta didik, peran guru sangat penting. Guru harus sabar dalam membimbing
maupun mendampingi siswa berproses untuk menghasilkan karya. Agar bisa menulis,
siswa harus berlatih dan mencoba tanpa jemu. Guru melayani siswa dalam
pembimbingan. Pembimbingan tersebut bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah
satu cara penumbuhan budaya literasi dalam menulis ialah aktivitas kreatif
dalam bersastra, khususnya dalam menulis puisi.
3.
Hasil Nyata yang
dilakukan
Awal
kegiatan, saya mencoba memberikan sosialisasi serta motivasi kepada guru-guru
yang notabene telah memberikan materi puisi kepada siswa. Kemudian memotivasi
warga sekolah menulis buku kumpulan puisi dan bisa diterbitkan menjadi sebuah
buku . Puisi-puisi tersebut berasal dari warga sekolah yang berminat menulis
puisi. Terutama karya-karya siswa yang sudah dibimbing membuat puisi.
Kegiatan
sosialisasi kepada Guru-guru dan warga sekolah

Kegiatan memotivasi dan
sosialisasi kepada siswa




Proses Pengumpulan dan
Pengetikan Ulang Puisi

Hasil Buku Kumpulan Puisi
Perasaan (feelings)
· Perasaan
ketika atau setelah menjalankan aksi nyata
Diawal-awal
perencanaan pada saat membuat rancangan aksi nyata ada sedikit keraguan dalam
diri, apakah program ini dapat berjalan dengan baik dan apakah kepala sekolah,
rekan sejawat dan siswa tertatarik dengan rencana program yang akan dijalankan?
Namun setelah melakukan komunikasi dengan kepala sekolah dan rekan sejawat
terkait program yang direncanakan, Alhamdulillah mendapatkan respon yang sangat
positif dari kepala sekolah dan rekan sejawat juga memberikan dukungan yang
sangat baik.
Perasaan senang luar
biasa yang mendominasi ketika dapat menjalankan program yang di rencanakan dan
merasa tertantang untuk terus mencoba melanjutkan dari program tersebut bahkan
ingin membuat program terbaru yang lebih menantang. Selain itu, ada
rasa kepuasan tersediri ketika bisa menjalin komukasi, bekerja sama serta
berkolaborasi dengan rekan sejawat dalam merencakan dan menjalankan sebuah
program dengan demikian menambah kebersamaan, kepedulian, kepercayaan dan tali
persaudaraan sesama rekan sejawat.
Menyaksikan antusias,
minat dan semangat siswa dalam mengikuti program menulis dan membukukan puisi membuat
hati menjadi ikut semangat dan bahagia yag tidak dapat diungkapkan dengan
kata-kata, tergambar jelas rasa penasaran pada diri siswa ketika mengikuti penulisan
puisi ini.
C. Pembelajaran
(findings)
· Pembelajaran
yang didapat dari pelaksanaan keseluruhan aksi (baik dari kegegalan maupun
keberhasilan)
Kegagalan
1.
Ternayata pada saat melakukan aksi nyata program penulisan puisi
bertepatan dengan liburan ramadhan , idul fitri dan dilanjutkan dengan ujan
sekolah sehingga kesulitan melakukan tatap muka dengan siswa
2.
Waktu yang terlalu mendesak sehingga belum selesai mngetik, mengedit dan
membukukan
3.
Diperlukan biaya yang mahal untuk diserahkan pada penerbit
Keberhasilan
1.
Antusia siswa dan guru dalam mengikuti penulisan puisi
2.
Dukungan dari semua pihak hingga terselenggaranya program
3.
Dalam menjalankan sebuah program harus memilki kemauan kuat untuk berhasil
daripada rasa takut akan kegagalan
4.
Ternyata kegiatan ini memberikan dampak yang sangat positif dan lebih
memudahkan siswa dalam menerima informasi yang akan di sampaikan
5.
Dalam merancang sebuah program sekolah yang berdampak pada murid dapat
dilakukan melalui tahapan BAGJA yang menggunakan paradigma inkuiri apresiatif,
yaitu pendekatan kolaboratif dalam melakukan perubahan yang berbasis kekuatan.
6.
MELR (Monitoring,Evaluation,Learningand Reporting) merupakan
salah satu strategi yang sangat efektif dalam merencanakan suatu program hingga
tahap pelaporan
D. Penerapan
kedepan (future)
· Rencana
perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang
1.
Untuk pelaksanaan kegiatan pada jadwal berikutnya akan dilaksanakan diawal
tahun ajaran tanpa terkendala oleh waktu
2.
Besar harapan agar sekolah mendukung program ini termasuk dalam hal
pendanaan untuk penerbitan buku kumpulan puisi yang ber ISBN
3.
Pada kegiatan jadwal berikutnya akan diupayakan untuk menghadirkan nara
sumber dari sekolah lain untuk penyeragaran bagi siswa serta menambah
pengetahuan baru untuk guru dan siswa
4.
Mengoptimalkan pelaksanaan program secara maksimal dengan melakukan
refleksi dari kegiatan program yang sudah terlaksana